Asyik Live Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!
Era menjadi pedagang baju muslim tak lagi duduk menunggu pembeli di dalam toko. karena hampir 70% pembeli lebih suka melihat live dan membelinya langsung via marketplace. jadi mau nggak mau ada satu pekerjaan lain yang sekarang hampir tidak bisa dipisahkan dari bisnis saya, yaitu menjadi konten kreator sekaligus host live streaming.
Hampir setiap hari saya berkutat dengan laptop dan smartphone. Pagi-pagi sudah membuka laptop untuk mengecek pesanan marketplace, membalas chat pelanggan, mengecek stok, membuat desain promosi, sampai mengatur jadwal konten. Setelah itu, pekerjaan berlanjut di depan kamera.
Saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk live selling baju muslim di TikTok dan Shopee.
“Yang ini warnanya lebih cerah, Kak. Cocok banget untuk dipakai lomba agustusan di RT.”
“Kalau mau yang lebih longgar, ada ukuran XXL juga.”
"Untuk kulit sawo matang cocoknya pakai jilbab warna soft kak."
Kalimat-kalimat seperti itu sudah menjadi bagian dari rutinitas saya. Kadang live berlangsung satu sampai dua jam, bahkan bisa lebih kalau sedang ada promo besar di tanggal kembar.
Awalnya saya merasa baik-baik saja. Namanya juga berjualan, pikir saya. Selama pesanan masuk dan pelanggan senang, rasa lelah adalah hal biasa. Dulu ketika masih buka toko saya bahkan buka mulai jam 08:00 pagi- 20:00 malam hari.
Namun berbeda dengan kegiatan offline di depan kamera ini lama-lama akhirnya saya menyadari ada satu hal yang mulai sering mengganggu aktivitas saya yakni mata terasa tidak nyaman.
Momen yang Sudah Lama Saya Nantikan Justru Terganggu Mata Kering
Ada satu momen yang sebenarnya sudah lama saya nantikan.
Saat itu saya sedang mempersiapkan sesi live besar untuk koleksi baju muslim terbaru. Koleksi tersebut sudah saya persiapkan cukup lama. Saya memilih warna, model, ukuran, menyiapkan properti, mengatur pencahayaan, sampai membuat berbagai materi promosi.
Saya bahkan sudah membayangkan live tersebut akan menjadi salah satu momen terbaik dalam perjalanan bisnis saya.
Hari itu saya bangun lebih pagi. Setelah sarapan, saya langsung membuka laptop untuk mengecek stok dan memastikan semua produk yang akan ditampilkan sudah tersedia.
Kemudian saya mulai membuat konten ssperti biasanya.
Belum selesai membuat konten, saya harus mengecek marketplace. Setelah itu membalas pesan pelanggan. Kemudian mengambil foto produk. Setelah semuanya selesai, saya bersiap di depan kamera untuk live.
Saat live baru berjalan sekitar satu jam, saya mulai merasakan sesuatu yang berbeda.
Awalnya hanya seperti mata SEpet. Saya merasa mata agak berat dan kurang nyaman. Saya masih menganggapnya sebagai rasa lelah biasa.
“Paling karena kurang istirahat,” pikir saya.
Saya pun melanjutkan live.
Namun beberapa saat kemudian, muncul rasa PErih yang membuat saya beberapa kali ingin mengedipkan mata. Saya mulai merasa tidak nyaman melihat layar monitor dan kamera.
Yang paling terasa adalah mata seperti meminta saya untuk berhenti sejenak.
Saya mengalami LElah pada mata.
Tiga hal sederhana itu ternyata cukup mengganggu konsentrasi saya.
Gejala Mata SePeLe Ternyata Bisa Mengganggu Aktivitas
Selama ini saya termasuk orang yang sering menganggap rasa tidak nyaman pada mata sebagai sesuatu yang sepele.
Mata terasa berat? Istirahat nanti.
Mata terasa perih? Mungkin karena terlalu lama menatap layar.
Mata terasa sepet? Paling sebentar juga hilang.
Ternyata pola pikir seperti itu justru membuat saya semakin sadar bahwa Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!
Mata adalah salah satu indera yang sangat penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Apalagi pekerjaan saya hampir semuanya membutuhkan penglihatan.
Saya harus membaca tulisan di laptop, mengecek detail pesanan, melihat komentar pelanggan saat live, memperhatikan kamera, membaca stok produk, membuat konten, sampai mengedit foto dan video.
Kalau mata tidak nyaman, semuanya ikut terasa tidak maksimal.
Bahkan ketika sedang live, saya harus tetap tersenyum dan terlihat bersemangat di depan kamera. Padahal di balik kamera saya sedang berusaha menahan rasa tidak nyaman pada mata.
Ini yang kemudian membuat saya berpikir, ternyata Mata Kering Jangan Disepelein.
Bukan karena gejalanya selalu terasa berat, tetapi karena rasa tidak nyaman tersebut bisa muncul di saat yang tidak kita inginkan.
Kenapa Mata Bisa Terasa Kering Saat Terlalu Lama di Depan Layar?
Sebagai pedagang online sekaligus konten kreator, saya menyadari bahwa waktu saya di depan layar memang cukup tinggi.
Laptop hampir selalu menyala.
Smartphone hampir selalu berada di dekat saya.
Kamera juga menjadi bagian dari pekerjaan.
Ketika sedang fokus melihat layar, saya terkadang tidak sadar bahwa saya terlalu lama menatap tanpa memberikan jeda yang cukup pada mata.
Apalagi ketika sedang mengejar target penjualan atau menyiapkan konten untuk live. Rasanya ingin menyelesaikan semuanya sekaligus.
Padahal mata juga membutuhkan perhatian.
Saya kemudian mengetahui bahwa pengalaman seperti ini bukan sesuatu yang hanya saya alami. Disebutkan bahwa 4 dari 10 orang pernah mengalami mata kering, tetapi 50% di antaranya tidak menyadari kondisi mata kering tersebut.
Itulah mengapa saya semakin percaya bahwa kita perlu lebih peka terhadap kondisi mata.
Jangan menunggu sampai mata benar-benar terasa sangat tidak nyaman baru mulai peduli.
Saya Mulai Mengubah Kebiasaan Saat Bekerja
Setelah mengalami kejadian tersebut, saya mulai belajar untuk tidak memaksakan mata.
Saya mulai membuat beberapa kebiasaan sederhana.
Pertama, saya memberikan jeda setelah terlalu lama bekerja di depan laptop. Saya tidak lagi memaksakan diri menatap layar terus-menerus ketika mata sudah terasa tidak nyaman.
Kedua, saya berusaha lebih sering mengedipkan mata ketika sedang fokus mengedit foto atau membaca tulisan di layar.
Ketiga, saya mengatur posisi dan pencahayaan tempat kerja supaya lebih nyaman ketika menggunakan laptop.
Keempat, saya memastikan tubuh tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Dan yang tidak kalah penting, saya mulai memperhatikan sinyal-sinyal kecil dari mata.
Kalau mulai terasa SEpet, PErih, atau LElah, saya tidak lagi menganggapnya sebagai hal yang boleh diabaikan.
Karena ternyata gejala yang saya anggap “SePeLe” bisa membuat aktivitas yang sudah saya persiapkan dengan baik menjadi kurang maksimal.
Mengenal Insto Dry Eyes
Setelah mengalami mata yang terasa kurang nyaman saat bekerja dan live, saya mulai mencari informasi mengenai cara membantu meredakan gejala mata kering.
Dari situlah saya mengenal INSTO DRY EYES
Saya kemudian menjadikannya salah satu pilihan yang saya siapkan ketika mata mulai terasa tidak nyaman karena aktivitas saya yang cukup padat di depan layar.
Buat saya, keberadaan tetes mata seperti ini terasa praktis, terutama karena pekerjaan sebagai penjual online membuat saya tidak selalu bisa jauh dari laptop dan kamera.
Saat gejala mata kering mulai terasa, saya mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan dan menggunakan Insto Dry Eyes untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman tersebut.
Pengalaman itu membuat saya semakin sadar bahwa menjaga kesehatan dan kenyamanan mata seharusnya menjadi bagian dari rutinitas, bukan sesuatu yang baru dilakukan ketika mata sudah benar-benar bermasalah.
Tentu saja, kalau keluhan mata terasa berat, menetap, atau mengganggu penglihatan, saya memilih untuk tidak hanya mengandalkan tetes mata dan akan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Sekarang Saya Tidak Mau Lagi Mengabaikan Sinyal dari Mata
Menjadi pedagang baju muslim sekaligus konten kreator memang menyenangkan.
Saya senang ketika melihat pelanggan puas dengan pakaian yang mereka beli.
Saya bahagia ketika koleksi baru mendapatkan respons positif.
Saya juga menikmati momen ketika live streaming ramai dan produk yang saya tawarkan berhasil menarik perhatian banyak orang.
Tetapi semua kebahagiaan itu tentu akan lebih maksimal kalau tubuh tetap nyaman.
Saya akhirnya belajar bahwa bekerja keras bukan berarti harus mengabaikan kondisi tubuh sendiri.
Mata yang terasa sepet, perih, atau lelah bukan sekadar gangguan kecil yang boleh terus diabaikan. Apalagi bagi orang seperti saya yang hampir setiap hari bekerja di depan laptop dan kamera.
Sekarang, ketika sedang live di TikTok atau Shopee, saya berusaha lebih peka terhadap kondisi mata. Kalau sudah terasa tidak nyaman, saya memberikan jeda. Tanpa tunggu lama saya Tetesin Insto Dry Eyes ketika gejala mata kering muncul, sesuai petunjuk penggunaannya.
Karena bagi saya, menjaga mata sama pentingnya dengan menjaga kualitas produk yang saya jual.
Percuma tampil maksimal di depan kamera kalau mata justru terasa tidak nyaman.
Percuma mengejar target penjualan kalau kesehatan sendiri dilupakan.
Dan yang paling penting, jangan sampai sebuah momen penting yang sudah lama dinantikan justru terganggu karena kita terlalu menganggap remeh hal kecil.
Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein!
Mulai sekarang, yuk lebih peka terhadap sinyal dari mata. Kalau mata mulai terasa SEpet, PErih, atau LElah, jangan buru-buru menganggapnya biasa saja. Berikan mata waktu untuk beristirahat, kurangi paparan layar berlebihan, jaga kenyamanan saat bekerja, dan gunakan produk yang sesuai untuk membantu meredakan gejalanya.
Karena mata yang nyaman membuat saya bisa kembali melakukan hal-hal yang saya sukai: memilih koleksi baju muslim, melayani pelanggan, membuat konten, dan tentu saja tampil percaya diri di depan kamera.
Jadi, kalau mata mulai terasa SePeLe, jangan lupa untuk selalu sedia #InstoDryEyes agar #BebasMataKering ingat pengalaman saya #MataSePeLeJanganSepelein karena mata yang nyaman adalah bagian penting dari setiap momen berharga. Tetesin Insto Dry Eyes sesuai petunjuk dan jangan lupa beri mata waktu untuk beristirahat.





